| Hukum Allah Sesuai Dengan Fitrah Manusia | ||||
|
Page 1 of 4
Karenanya manusia mempunyai tugas kekhalifahan yang harus dijewantahkan dengan metakukan penyiaran nilai kebenaran. Untuk menemukan kebenaran manusia mempunyai aiat yaitu akal, rasio, dan kalbu yang berpadu dalam fisik/psikis, dan menjadi bangunan diri manusia. Karena kebenaran yang mutlak berasal dari yang mutlak maka manusia dalam melakukan pencarian kebenaran menggunakan metode yang harus digariskan oleh Pencipta kebenaran. Persefektif transendental inilah yang menjadi elan vital bagi manusia untuk mencari kebenaran jika manusia tidak ingin teralienasi dari dirinya sendiri. Kepercayaan menjadi landasan utama manusia untuk mencari kebenaran, sehingga pada akhirnya kepercayaan menjadi bagian yang terintegrasi dalam diri manusia. Manusia dalam melakukan aktivitas kesehariannya merupakan refleksi terhadap nilai-nilai kepercayaan. Dengan memposisikan kepercayaan tersebut diharapkan mampu melahirkan sistem kepercayaan yang terus menerus mentransformasikan nilai-niiai kepada umat manusia. Nilai-nilai kepercayaan tersebut akan menjadi pemandu perubahan sekaligus menopang budaya dan peradaban. Beragam kepercayaan yang ada mempunyai latar belakang yang berbeda sehingga perlu pemurnian kepercayaan yang berasal dari Tuhan sebagai sumber nilai kebenaran mutlak. Tuhan, seperti yang dimaksud dalam syahadat sebagai nilai utama dalam Islam mempunyai pemaknaan yang sangat luas. |








Manusia lahir dalam keadaan Fitrah.