Friday, 10 September 2010
Hukum Allah Sesuai Dengan Fitrah Manusia
Written by kampusciamis.com    Thursday, 28 January 2010 11:56    PDF Print E-mail
Article Index
Hukum Allah Sesuai Dengan Fitrah Manusia
Bukan saja dimaknai...
Manusia adalah puncak ciptaan Tuhan
Tuhan akan menunjukan jalan
All Pages

quran-tasbihManusia lahir dalam keadaan Fitrah.[1] Kondisi Fithrah merupakan konsekuensi dari substansi penciptaan manusia yang memang berasal dari Ruh-Nya.[2] Sifat ini secara hakiki akan menggiring manusia untuk selalu cenderung kepada kebenaran. Maka perjalanan manusia sejati di muka bumi pada hekekatnya adalah perjanjian manusia menuju kebenaran mutlak yaitu Allah. Lalu ruh ditiupkan kedalam jasad maka saat itu manusia melakukan materialisasi. Sesuatu yang suci dan immateri tersebut bercampur dengan sesuatu yang material. Proses penciptaan manusia mempunyai keistimewaan dibanding ciptaan-Nya yang lain.


Karenanya manusia mempunyai tugas kekhalifahan yang harus dijewantahkan dengan metakukan penyiaran nilai kebenaran. Untuk menemukan kebenaran manusia mempunyai aiat yaitu akal, rasio, dan kalbu yang berpadu dalam fisik/psikis, dan menjadi bangunan diri manusia. Karena kebenaran yang mutlak berasal dari yang mutlak maka manusia dalam melakukan pencarian kebenaran menggunakan metode yang harus digariskan oleh Pencipta kebenaran. Persefektif transendental inilah yang menjadi elan vital bagi manusia untuk mencari kebenaran jika manusia tidak ingin teralienasi dari dirinya sendiri. Kepercayaan menjadi landasan utama manusia untuk mencari kebenaran, sehingga pada akhirnya kepercayaan menjadi bagian yang terintegrasi dalam diri manusia.

Manusia dalam melakukan aktivitas kesehariannya merupakan refleksi terhadap nilai-nilai kepercayaan. Dengan memposisikan kepercayaan tersebut diharapkan mampu melahirkan sistem kepercayaan yang terus menerus mentransformasikan nilai-niiai kepada umat manusia. Nilai-nilai kepercayaan tersebut akan menjadi pemandu perubahan sekaligus menopang budaya dan peradaban. Beragam kepercayaan yang ada mempunyai latar belakang yang berbeda sehingga perlu pemurnian kepercayaan yang berasal dari Tuhan sebagai sumber nilai kebenaran mutlak. Tuhan, seperti yang dimaksud dalam syahadat sebagai nilai utama dalam Islam mempunyai pemaknaan yang sangat luas.



 

Add comment


Security code
Refresh

Terima kasih telah berkunjung ke website kami yang sederhana ini. Semoga tulisan kami bermanfaat bagi pembaca semuanya. Jika tulisan ini dirasa bermanfaat dan anda ingin mengkopi sebagian atau keseluruhan tulisan, dimohon menyertakan sumber www.kampusciamis.com kami akan sangat menghargainya. Tapi jika anda merasa dengan menyertakan sumber dirasa kurang pantas, maka silahkan meng-kopi tanpa menyertakan sumber. Semoga tulisan-tulisan yang ada dalam website ini berguna.

Masukan Alamat Email Anda untuk berlangganan Gratis:

Delivered by FeedBurner